Hasil pertandingan : 87 – 81 untuk Lakers. Untuk sementara Celtics masih unggul dengan skor 2-1.
Setiap pertandingan basket tidak hanya ditentukan oleh 5 orang pemain yang menjadi starting five (starter) tapi juga butuh dukungan dari bench (pemain cadangan). Bila Celtics mendapatkannya pada diri Leon Powe di Game 2, maka pada game 3 ini giliran Lakers yang mendapatkannya dari Sasha Vujacic. Bermain selama 27 menit, Vujacic mencetak 20 poin dengan 3 kali tembakan 3 angka. Salah satunya yang menguci kemenangan Lakers adalah yang terjadi di akhir kuarter 4 ketika skor hanya selisih 4 poin. Kobe Bryant membawa bola dijaga oleh Ray Allen. Setelah melewati garis tengah lapangan, Kevin Garnett mencoba membantu untuk double team. Namun Bryant berhasil mengoper bola itu ke Lamar Odom yang barada di garis free throw dan mengoperkannya lagi ke Vujacic yang sudah siap di garis three points di sis sebelah kanan pertahanan Celtics. PJ Brown mencoba memblok, namun gagal, dan bertambahlah selisih menjadi tujuh poin. Celtics sempat berusaha mengejar kembali namun Bryant, yang menjadi bintang hari ini, kembali menjauhkan skor dan mempertahankan keunggulan Lakers. 2-1 skor sekarang, masih dipimpin oleh Celtics. Namun dua game berikutnya masih berlangsung di kandang Lakers, Staples Center.
Lakers memainkan laga pertamanya di final tahun ini dengan rekor fantansis selama playoff, 8 menang tanpa pernah terkalahkan sekali pun.
Pertandingan kedua tim di buka dengan susahnya para pemain Celtics menembus pertahanan Lakers, serta “mandul”-nya Kevin Garnett dan Paul Pierce dengan shooting mereka. Dan itu tidak hanya terjadi di kuarter 1, tapi juga selama pertandingan. Pierce hanya mencetak 6 poin dengan rasio tembakan 2-14. Serta Garnett hanya menyumbang 13 poin dengan rasio tembakan 6-21. Namun Garnett masih lumayan, mampu bermain defense dengan baik. Dia menyumbang 12 rebs dan 3 blok. Sedangkan Pierce sama sekali tidak memberikan semangat dan inspirasi pada penyerangan Celtics, sebagaimana yang dia lakukan pada Game 1 dan 2. Begitu juga dengan ray Allen yang membuat 2 foul. Justru Bryant yang tampil impresif dengan 10 poin di kuarter ini. Walaupun begitu skor imbang 20-20 di kuarter 1.
Sebenarnya tidak hanya Celtics yang bermasalah dengan pemain inti mereka. Lakers pun demikian. Terutama di kuarter 2, di mana Odom dan Radmanovic harus digantikan setelah membuat 3 foul. Juag Pau Gasol yang kurang efektif bermain di bawah keranjang. Jadinya Bryant berjibaku dibantu oleh para pemain cadangan Lakers (yang biasa disebut Bench Mob); Vujacic, Farmar, Turiaf, dan Walton. Namun begitu justru Lakers mampu bermain bagus dan menutup kuarter ini dengan skor 47-37.
Pertandingan ini memang sarat dengan defense ketat, pertarungan rebound, hingga kontak fisik yang begitu keras.
Kuarter 3 menjadi kebangkitan Celtics. Dipimpin oleh Allen, yang total mengemas 25 poin, perlahan tapi pasti Celtics mulai mengejar ketertinggalan mereka. Ditengah2 usaha mereka itu, Rajon Rondo mengalami cedera engkel pada saat melakukan fast break dan mengoper bola ke Allen. Rondo harus dirawat beberapa saat di ruang medis untuk sementara. Posisinya kemudian digantikan oleh Eddie House. Tidak ada The Big Three di kuarter ini, yang ada Allen dengan shooting2 jitunya. Berkat usahanya Celtics berhasil unggul untuk pertama kalinya dan menutup kuarter ini dengan skor 62-60.
Seharusnya ini menjadi momentum bagi Celtics. Doc Rivers tahu bahwa ini kesempatan terbaik untuk mencuri kemenangan dari Lakers, di mana dua superstar mereka lago off, Gasol don Odom. tapi apa mau di kata, Bryant maju untuk memimpin tim ini. Seakan terbakar dengan teriakan “MVP…MVP…!!” dari para penggemar,dia kembali tampil ganas untuk mencetak 10 poin di kuarter 4, dari total 36 poin yang dibuatnya, untuk memaksakan diadakannya Game 5. Dia memimpin Lakers mencetak 7 poin beruntun untuk kembali unggul atas Celtics. Sedangkan Pierce dan Garnett makin tidak jelas kontribusinya terhadap tim, Lakers menjaga keunggulan sebelum akhirnya menang 87-81.
Recent Comments