NBA Final 2008 – Game 3

Posted June 11, 2008 by proudofmyself
Categories: Uncategorized

Tags: , , , , , , , ,

Hasil pertandingan : 87 – 81 untuk Lakers. Untuk sementara Celtics masih unggul dengan skor 2-1.

Setiap pertandingan basket tidak hanya ditentukan oleh 5 orang pemain yang menjadi starting five (starter) tapi juga butuh dukungan dari bench (pemain cadangan). Bila Celtics mendapatkannya pada diri Leon Powe di Game 2, maka pada game 3 ini giliran Lakers yang mendapatkannya dari Sasha Vujacic. Bermain selama 27 menit, Vujacic mencetak 20 poin dengan 3 kali tembakan 3 angka. Salah satunya yang menguci kemenangan Lakers adalah yang terjadi di akhir kuarter 4 ketika skor hanya selisih 4 poin. Kobe Bryant membawa bola dijaga oleh Ray Allen. Setelah melewati garis tengah lapangan, Kevin Garnett mencoba membantu untuk double team. Namun Bryant berhasil mengoper bola itu ke Lamar Odom yang barada di garis free throw dan mengoperkannya lagi ke Vujacic yang sudah siap di garis three points di sis sebelah kanan pertahanan Celtics. PJ Brown mencoba memblok, namun gagal, dan bertambahlah selisih menjadi tujuh poin. Celtics sempat berusaha mengejar kembali namun Bryant, yang menjadi bintang hari ini, kembali menjauhkan skor dan mempertahankan keunggulan Lakers. 2-1 skor sekarang, masih dipimpin oleh Celtics. Namun dua game berikutnya masih berlangsung di kandang Lakers, Staples Center.

Lakers memainkan laga pertamanya di final tahun ini dengan rekor fantansis selama playoff, 8 menang tanpa pernah terkalahkan sekali pun.

Pertandingan kedua tim di buka dengan susahnya para pemain Celtics menembus pertahanan Lakers, serta “mandul”-nya Kevin Garnett dan Paul Pierce dengan shooting mereka. Dan itu tidak hanya terjadi di kuarter 1, tapi juga selama pertandingan. Pierce hanya mencetak 6 poin dengan rasio tembakan 2-14. Serta Garnett hanya menyumbang 13 poin dengan rasio tembakan 6-21. Namun Garnett masih lumayan, mampu bermain defense dengan baik. Dia menyumbang 12 rebs dan 3 blok. Sedangkan Pierce sama sekali tidak memberikan semangat dan inspirasi pada penyerangan Celtics, sebagaimana yang dia lakukan pada Game 1 dan 2. Begitu juga dengan ray Allen yang membuat 2 foul. Justru Bryant yang tampil impresif dengan 10 poin di kuarter ini. Walaupun begitu skor imbang 20-20 di kuarter 1.

Sebenarnya tidak hanya Celtics yang bermasalah dengan pemain inti mereka. Lakers pun demikian. Terutama di kuarter 2, di mana Odom dan Radmanovic harus digantikan setelah membuat 3 foul. Juag Pau Gasol yang kurang efektif bermain di bawah keranjang. Jadinya Bryant berjibaku dibantu oleh para pemain cadangan Lakers (yang biasa disebut Bench Mob); Vujacic, Farmar, Turiaf, dan Walton. Namun begitu justru Lakers mampu bermain bagus dan menutup kuarter ini dengan skor 47-37.

Pertandingan ini memang sarat dengan defense ketat, pertarungan rebound, hingga kontak fisik yang begitu keras.

Kuarter 3 menjadi kebangkitan Celtics. Dipimpin oleh Allen, yang total mengemas 25 poin, perlahan tapi pasti Celtics mulai mengejar ketertinggalan mereka. Ditengah2 usaha mereka itu, Rajon Rondo mengalami cedera engkel pada saat melakukan fast break dan mengoper bola ke Allen. Rondo harus dirawat beberapa saat di ruang medis untuk sementara. Posisinya kemudian digantikan oleh Eddie House. Tidak ada The Big Three di kuarter ini, yang ada Allen dengan shooting2 jitunya. Berkat usahanya Celtics berhasil unggul untuk pertama kalinya dan menutup kuarter ini dengan skor 62-60.

Seharusnya ini menjadi momentum bagi Celtics. Doc Rivers tahu bahwa ini kesempatan terbaik untuk mencuri kemenangan dari Lakers, di mana dua superstar mereka lago off, Gasol don Odom. tapi apa mau di kata, Bryant maju untuk memimpin tim ini. Seakan terbakar dengan teriakan “MVP…MVP…!!” dari para penggemar,dia kembali tampil ganas untuk mencetak 10 poin di kuarter 4, dari total 36 poin yang dibuatnya, untuk memaksakan diadakannya Game 5. Dia memimpin Lakers mencetak 7 poin beruntun untuk kembali unggul atas Celtics. Sedangkan Pierce dan Garnett makin tidak jelas kontribusinya terhadap tim, Lakers menjaga keunggulan sebelum akhirnya menang 87-81.

 

 

 

NBA Final 2008 – Game 2

Posted June 10, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , , , , , ,

Hasil Pertandingan : 108 – 102 untuk Celtics. Untuk sementara eltics unggul 2-0. Game 3 sampai 5 akan berlangsung di kandang Lakers, Staples Center, Los Angeles.

Game 2 tidak kalah serunya dengan Game 1. Bila Game 1 menampilkan aksi heroik Paul Pierce, maka di Game 2 yang menjadi pusat perhatian sekaligus Pemain Terbaik adalah Leon Powe. Ada yang kenal ? Kalo engga, ga pa pa. Berhubung dia tidak termasuk dalam starting five (pemain utama) di tim Celtics. Yap, dia “hanya” pemain cadangan yang biasanya melapisi posisi Kedrick Perkins atau Kevin Garnett. Selama playoff ini pun dia kurang bersinar, hanya mengemas rata-rata 5,5 pts dan 2,6 rebs per game. Bahkan di Game 1 dia hanya bermain 9 menit dan mencetak 4 pts.

Namun siapa sangka pemain yang baru bermain selama 2 tahun untuk Celtics ini bisa menjadi senjata andalan Doc Rivers, pelatih Celtics, untuk menjadi opsi lain menambah poin selain The Big Three (Garnett, Pierce, dan Allen). Powe sendiri di draft oleh Denver Nuggets sebelum ditrade ke Celtics di tahun 2006. Khusus untuk Powe akan saya tulis terpisah.

Sekarang kembali ke Game 2. Awal kuarter 1 permainan terlihat seimbang. Namun mendekati akhir Lakers sedikit unggul atas Celtics. Hal ini tertolong berkat pemainan apik Pau Gasol, yang membalas posterized dunk Garnett di Game 1 dengan sebuah baseline post, spin, dan diakhiri dengan sebuah dunk tanpa dapat dihadang Garnett. Lakers unggul 15-12 di kuarter ini, namun Kobe sedikit bermasalah dengan shot-nya, hanya mengemas 3 pts dan 2 foul.

Di awal kuarter 2 Celtics mulai bisa mendikte permainan Lakers. Hasilnya Celtics meninggalkan Lakers 10-0, akibat 4 turnover secara beruntun oleh Lakers, dipimpin oleh Pierce. Baik poin maupun assist nya sangat membantu Celtics. Pierce sendiri pada Game 2 berhasil mengemas 28 pts dan 8 assists. Satu momen yang menarik di kuarter ini adalah pada saat Rajon Rondo berhasil memblok shot seorang pemain Lakers. Bola tersebut berhasil dikuasai Garnett. Dan tanpa berpikir panjang garnett langsung melakukan outlet pass jauh ke depan, di mana Rondo telah berlari sebelumnya, dan menyelesaikannya dengan sebuah one-handed dunk. Awesome !!!! Hanya 4 poin yang dicetak Rondo, namun dengan 16 assists, terbanyak sepanjang karir playoff-nya. Kuarter ini ditutup dengan skor 54-42, kali ini untuk Celtics.

Kuarter 3 merupakan pembuktian kokohnya defense Celtics sekaligus mengapa Powe layak mendapat minutes play yang lebih untuk game-game berikutnya. Di kuarter ini Celtics berhasil mencetak 29 pts sedangkan Lakers hanya 19 pts. Hal ini membuat Celtics unggul hingga 22 pts di akhir kuarter 3 dengan 83-61. Nampaknya harapan pemain Lakers untuk mencuri 1 game di Boston pupus sudah. Begitu juga dengan semangat beberapa fans Lakers yang hadir, termasuk Leonardo Di Caprio.

Tapi itu justru menjadi bumerang bagi Celtics. Merasa sudah ungul jauh mereka mulai kehilangan konsentrasi. Strategi emnyerang sudah tidak serapih kuarter2 sebelumnya. Defense mulai dikendurkan. Dan situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh superstar Lakers, Kobe Bryant. Bryant membuka aksinya dengan memberikan 2 assists alley oop dunk kepada Turiaf. Dilanjutkan dengan beberapa serangan 3 point dari para pemain Lakers, di antaranya Derek Fisher, Vujacic, Radmanovic, dan tentu Bryant. 29-9 run yang dibuat Lakers ini membuat skor hanya selisih 4 poin, 104-100, masih untuk Celtics di sisa waktu 1:03.

Namun Celtics berhasil menghentikan momentum 3 point Lakers ini dengan sebuah blok dari Pierce atas Vujacic, dllanjutkan dengan lose ball hustle antara Posey dan Fisher yang memaksa Fisher melakukan foul. Dengan fouls to give yang habis otomatis Posey mendapat 2 free throw dan mengunci kemenangan Celtics 108-102.

Game 3 sampai 5 (bila diperlukan) akan dilangsungkan di kandang Lakers mulai hari Rabu, Jumat, dan Senin pagi antara jam 8-9 WIB.

NBA Final 2008 – Game 1

Posted June 6, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , , , , , , , ,

Hasil pertandingan : 98 – 88 , Celtics memimpin 1-0 atas Lakers.
Kalau biasanya para kritikus memberikan “bintang” pada sebuah film berdasarkan penilaiannya, maka saya juga akan memberikan “bintang” pada pertadingan Game 1 NBA Final 2008 antara Boston Celtics dan LA Lakers tadi pagi (thx Pak Buyung buat tv-nya ;p).
****, 4 dari 5 bintang, saya berikan untuk :
1. Suasana TD Banknorth Garden, kandang Boston Celtics, yang begitu meriah dengan kehadiran +/- 18.000 penonton, dengan beberapa selebritis di antara mereka, salah satunya Bruce Willis. (Mungkin dia sedang mengamankan gedung dari ancaman teroris, seperti yang biasa dia lakukan di beberapa filmnya).
2. Match up di setiap posisi yang saling bergantian, terutama Kevin Garnett (KG) yang menjaga Lamar Odom dan dijaga Pau Gasol. Serta Kobe Bryant yang secara bergantian dijaga Ray Allen, Paul Pierce, dan James Posey.
3. Dunk-dunk spektakuler. Pertama oleh Bryant hasil alley oop Derek Fisher setelah Celtics melakukan turnover. Disusul KG yang berhasil melakukan drive dari sisi kiri pertahanan Lakers menuju wilayah key hole. Tanpa kawalan berarti dia berhasil melakukan dunk dua tangan. Dan yang paling spektakuler juga datang dari KG, setelah berhasil melakukan dunk dari hasil bola rebound tembakan Posey yang tidak tepat sasaran. Dunk ini KG lakukan dengan “keras” tepat di depan Gasol. Gasol you’re posterized !!!!
4. Sikap heroik dua starter Celtics. Pertama Kedrick Perkins. Sempat dirawat beberapa saat akibat angkle-nya bermasalah setelah bertabrakan dengan Derek Fisher, Perkins kembali ke lapangan diikuti tepuk tangan meriah dari para penonton. Dan yang paling membakar semangat dan bikin jantung pada penggemar Celtics berdebar adalah saat Pierce kembali ke lapangan setelah juag dirawat beberapa saat akibat berbenturan dengan Perkins pada saat dia menjaga Bryant melakukan jump shoot.
Pierce mencoba menahan sakit dilututnya setelah terjatuh dan harus digendong ke ruang perawatan pada menit ke-4 kuarter 3. Sebelum kejadian ini Pierce berhasil menyarangkan 8 poin Celtics berturut-turut termasuk four points play-nya setelah berhasil mengelabui Vujacic dengan fake shoot-nya untuk mendapatkan foul di garis three points.
Setelah mendapat perawatan Pierce kembali ke lapangan di menit ke-6, berjalan sendiri, tanpa bantuan, diikuti dengan tepuk tangan berdiri seluruh penggemar Celtics di gedung. Terlebih setelah dia kembali masuk ke lapangan. Mengetahui semangat Celtics makin memanas, Phil Jackson, pelatih Lakers, segera mengambil time out dengan tujuan untuk menetralkan situasi ini kembali. P.Jackson memang dikenal sebaga pelatih paling handal dalam mengambil timing time out.
5. Khusus yang ini saya memberikan 5 bintang (*****) untuk penampilan Pierce di kuarter 3. Selain sikap heroik yang dia tunjukkan di atas, serangan dia di kuarter ini juga sangat luar biasa. 5-5 field goals, termasuk 3-3 dari three points. Total dia mencetak 15 poin dari keseluruhan 22 poin yang dia buat. Yang paling hebat tentunya back-2-back three ponts-nya pada saat Celtics mendapat kesempatan fast break. Hal ini membuat penonton makin keras meneriakkan kata-kata yang tertera di baju kaos mereka; “Beat L.A.!”, berkali-kali.
6. Pemain cadangan Celtics, khususnya para veteran P.J. Brown dan Sam Cassell. Cassell, pemegang 2 cincin juara NBA bersama Hourton Rockets, memberi semangat dan cara mengatasi tekanan di final bagi offense Celtics, khususnya point guard muda Rajon Rondo. Sedangkan Brown menjadi pelapis sempurna bagi Perkins yang terkena 4 fouls di kuarter 3, di defense Celtics. Block, rebound, double team, intimidation, he did them all !!!

NBA Final…besok pagi !!!!

Posted June 5, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , ,

Gaung Euro 2008 sudah terasa di mana. Mulai dari TV sampe pedagang kaki lime semua berbicara tentang Euro. Jadwal pertandingan serta pembagian negara di setiap grup sudah tersedia dalam erbagai bentuk. Belum lagi bermacam kuis baik di melalui SMS atau pun media semakin membuat orang tidak sabar menantikan kick off hari Sabtu malam. Dan pastinya kita sebagai masyarakat akan sangat dimanjakan dengan siaran-siaran pertantingan bermutu di beberapa stasiun swasta.

Tapi bagi saya sesuatu yang besar itu justru akan terjadi besok pagi WITA. Ya…Final NBA 2008 yang mempertemukan dua tim bersejarah sarat rivalitas (dan mungkin kebencian). Boston Celtics dan LA Lakers. Berbeda dengan Euro, gaung Final NBA memang kurang terasa. Kalaupun ada itu sekedar mampir. Misalnya di acar olahraga, hanya beberapa menit dibahas. Di media cetak hanya beberapa baris diceritakan. Bagi saya seorang penggemar NBA sangat sulit sekali merasa terbawa aura Final akibat kurangnya akses informasi.

Tapi itu tidak menjadi halangan. Melalui blog ini saya dapat menyampaikan betapa excited-nya saya dengan Final NBA. Saya merupakan penggemar setia Kevin Garnett dan saya tidak akan melewatkan Final pertamanya di NBA.

Untuk itu saya telah meminta bantuan pada Pak Buyung, langganan PS saya untuk numpang nonton di rumahnya selama Final ini. Berhubung dia punya TV kabel dan hubungan costomer-owner kita cukup baik ;p.

Jadi besok pagi saya siap nongkrong di rumahnya dan melihat seara langsung bagaimana seorang Kobe Bryant berhadapan dengan Ray Allen. Atau Paul Pierce dengan Lamar Odom. Dan jangan lupakan Pau Gasol dan Kevin Garnett ;)

Selamat datang di NBA Final 2008 !!!

Posted May 31, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , , , , ,

Sebelum membahas tentang Final, ada baiknya saya mengingatkan kembali apa yang terjadi di Final Wilayah, baik di Timur maupun Barat.

Final Wilayah Barat antara Lakers dan Spurs

Hasil pertandingan : Game 1 di L.A. 89-85 (1-0 untuk Lakers)

Game 2 di L.A. 101-71 (2-0 untuk Lakers)

Game 3 di San Antonio 84-103 (2-1 untuk Lakers)

Game 4 di San Antonio 93-91 (3-1 untuk Lakers)

Game 5 di L.A. 100-92 (4-1 untuk Lakers)

Setelah menamatkan perjuangan juara bertahan Spurs di Game 5, maka Lakers kembali berlaga di laga puncak NBA Final tahun ini.

Hasil Final Wilayah Timur antara Boston Celtics dan Detroit Pistons

Game 1 di Boston 88 – 79 (1-0 untuk Celtics)

Game 2 di Boston 97 – 103 (imbang 1-1)

Game 3 di Detroit 94 – 80 (2-1 untuk Celtics)

Game 4 di Detroit 75 – 94 (imbang 2-2)

Game 5 di Boston 106 – 102 (3-2 untuk Celtics)

Game 6 di Detroit 89 – 81 (4-2 untuk Celtics)

Celtics maju ke Final NBA untuk yang pertama kali sejak 21 tahun terakhir dan akan bertemu mush abadinya, LA Lakers. Pertemuan kedua tim di final akan menjadi pertarungan yang ke-11 kalinya. Dari 10 pertandingan terkahir Celtics unggul 8 berbanding 2.

Kobe Bryant, Pau Gasol dan Lamar Odom akan bergabung dengan para legenda Lakers seperti Jerry West, Kareem Abdul Jabbar, dan Magic Johnson masuk dalam sejarah melawan rival abadi mereka Celtics yang dulu diwakili oleh Bob Cousy, Bill Russell, serta Larry Bird dan sekarang mereka diwakili oleh Paul Pierce, Ray Allen dan Kevin Garnett.

Pertemuan kedua tim musim ini sebanyak dua kali dikuasai oleh Celtics. Yang pertama di bulan November di kandang sendiri Celtics menang 107-94. Dan pertemuan kedua di kandang Lakers pada bulan Desember Celtics menang kembali dengan skor 110-91.

Di atas kertas sudah tentu Celtics banyak dijagokan untuk memenangkan Final tahun ini. Tapi bagaimanapun aura Final dan Regular Season jauh berbeda. Kedua tim minimal akan bertemu 4 kali di mana setiap game-nya akan menyuguhkan pertandingan berbeda dengan strategi yang berbeda pula. Juga motivasi Lakers tahun ini lagi tinggi-tingginnya khususnya Kobe yang berhasil memperoleh penghargaan Pemain Terbaik Tahun 2008. Pengalaman juga menjadi nilai plus skuad Phil Jackson (P-Jax).

Tapi di lain sisi Celtics dalam performa terbaik tahun ini. Big Three didukung barisan pemain muda berbakat telah terbuksi tanguh mengarungi 82 game regular season dengan rekor meyakinkan 66 menang dan 16 kalah. Garnett kembali ke bentuk permain terbaiknya. Meraih penghargaan Pemain Bertahan Terbaik tahun 2008. Pierce meneruskan tradisinya sebagai pencetak skor terbanyak bagi Celtics musim ini. Dan Allen tetap jitu dengan tembakan-tembakan jarak jauhnya.

Jadi pertandingan kedua tim akan berlangsung seru, baik pertarungan di bawah jaring antara Garnett dan Gasol, serta perang tembakan jarak jauh antara Allen dan Kobe.

NBA Playoff 2008 – Kembali Normal

Posted May 26, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , , , , , ,

Spurs ketinggalan 2-0 yang dibantai hingga kalah 30 poin di Game 2 oleh Lakers, itu ga normal.

Celtics kalah di kandang oleh Pistons dan skor menjadi imbang 1-1, itu ga normal.

Tapi semua sudah kembali menjadi normal.

Spurs sebagai juara bertahan memperoleh kemenagan yang cukup mudah atas Lakers hari ini, 103-84. Seakan tidak ingin mengulang kesalahan di Game 1, di mana mereka sempat unggul 20 poin tapi akhirnya kalah, kali ini Tim Duncan dengan 22 poin dan 21 rebs, serta Ginobili dengan 30 poin, mempertahankan keunggulan jauh di tengah pertandingan menjadi sebuah kemenangan.

Walaupun skor masih 2-1 untuk Lakers, itu masih normal karena mereka mampu menang di kandang masing-masing.

Sedangkan untuk seri antara Celtics dan Pistons, skor kembali menjadi normal 2-1, setelah kemarin Celtics berhasil menang di kandang Pistons dengan cukup meyakinkan 94-80. Garnett 22 poin dan 13 rebs menjadi tokoh sentral dalam game ini yang merupakan game yang pertama dimenangkan Celtics di kandang lawan, setelah 6 game sebelumnya selalu kalah (3 dari Hawks dan 3 dari Cavs).

Besok menjadi game krusial bagi Pistons. Bahkan pelatih Pistons, Flip Saunders, yang merupakan mantan pelatih Garnett di Timberwolves dulu, mengatakn bahwa Game 4 merupakan must win game, game yang harus dimenangkan. Karena bila kalah lagi, dan skor menjadi 3-1, bisa dikatakan hampir 100% Pistons akan berbenah untuk tahun depan, karena Game 4 akan kembali dilangsungkan di kandang Celtics.

Tapi tentu makin berat bagi Pistons. Kemenangan ini bagi Celtics seperti sebuah bagian dari puzzle yang baru mereka temukan untuk melengkapi sebuah gambar, gambar yang menunjukkan betapa “nyaris” sempurnanya penampilan mereka musim ini dengan 66 kememangan dan hanya 16 kali kalah. Juga dengan terpilihnya Kevin Garnett sebagai Pemain Bertahan Terbaik Tahun 2008.

NBA Playoff 2008 – Lakers VS Spurs (2-0)

Posted May 24, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , ,

Hari ini kembali Lakers berhasil mengalahkan Spurs. Namun tidak seperti game 1 yang harus dilalui dengan penuh perjuangan, kali ini Lakers unggul telak 101 – 71. Kobe seperti biasa tampil impresif dengan 22 pts. Serta Lamar Odom dengan 20 pts dan 12 rebs.

Di kubu Spurs, para pemain bintang tidak bisa leluasa bergerak dan mencetak pion akibat defense yang dilakukan Lakers. Hasilnya

Game 3 dan 4 akan dimainkan di kandang Spurs, di mana Spurs juga memiliki rekor tandang yang bagus, di mana selama playoff tahun ini mereka telah menang 6 kali tanpa pernah terkalahkan, serta memenangkan 20 dari 22 pertandingan terakhir di kandang. Namun Lakers tetaplah tim yang menakutkan. Buktinya di Ronde 2 sebelumnya mereka mengalahkan Jazz dan menutup seri di kandang Jazz.

NBA Playoff 2008 – Yang pertama untuk Celtics

Posted May 23, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , , , , ,

Pengalaman memang guru yang paling baik. Itulah yang digunakan oleh Pistons hari ini untuk mengalahkan Celtics di Game 2 Final NBA Wilayah Timur di kandang Celtics dengan skor 103-97. Walaupun Celtics telah menang 9-0 di kandang sebelum pertandingan hari ini, termasuk kemenangan di Game 1, namun tetap harus diingat bahwa pemain Pistons lebih berpengalaman untuk menghadapi tekanan daripada pemain Celtics. Billups, Hamilton, Wallace, McDyess,dan Prince adalah pemain-pemain veteran di NBA yang telah merasakan kerasnya persaingan di Playoff NBA sejak awal tahun 2000-an. Bahkan mereka sempat menjadi juara pada tahun 2004. Kelima pemain tersebut mencetak poin double digit dipimpin oleh Hamilton dengan 25 poin, disusul Billups 19 pts, McDyess 15 pts, Prince 14 pts, dan Wallace 13 pts.

Sedangkan Celtics dengan The Big Three-nya tetap bermain bagus. Garnett 24 pts dan 13 rebs, Pierce 26 pts, dan Allen 25 pts. Namun mereka kurang didukung pemain lain yang mayoritas pemain muda. Rondo 10 pts, Perkins 4 pts. Ini semua pengaruh tekanan yang diberikan pemain Pistons kepada mereka sehingga mempengaruhi permainan mereka. Bahkan Rondo sempat terkena technical foul di kuarter 3.

Hasil ini membuat skor menjadi imbang 1-1. Game 3 dan 4 akan dilangsungkan di kandang Pistons. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Doc Rivers, pelatih Celtics, untuk menebus kekalahan pertama di kandang ini dengan kemenangan pertama di kandang lawan di Detroit nanti. Yang pasti bakal makin seru !!!!

NBA Playoff 2008 – Lakers vs Spurs Game 1

Posted May 22, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , ,

Dou Spurs.

Tim Duncan : 30 pts, 18 rebs.

Tony Parker : 18 pts, 10 rebs.

Duo Lakers.

Kobe Bryant : 27 pts, 9 assists.

Pau Gasol : 19 pts, 7 rebs.

Dilihat dari performa doa bintang dari masing-masing tim, Spurs seharusnya bisa memenangkan Game 1 ini yang berlangsung di Staples Center, kandang Lakers. Apalagi Spurs sempat unggul 20 pts dan memimpin 8 poin pada saat half time.

Tapi hasil berkata lain, Lakers-lah yang menang, dengan skor 89-85. Dipimpin pemain terbaiknya tahun ini, Kobe Bryant, Lakers berhasil bangkit di kuarter 3 dan 4 dengan mencetak 46 poin dan menahan Spurs dengan hanya mencetak 34 poin.

Dengan hasil ini Lakers memimpin 1-0 atas Spurs.

Final Wilayah NBA 2008 – Timur pertama

Posted May 21, 2008 by proudofmyself
Categories: basketball

Tags: , , , , , ,

Setelah melewati Ronde 2 Playoff yang begitu melelahkan, akhirnya tersisa 4 tim terbaik, masing-masing 2 di Timur (Boston Celtics dan Detroit Pistons), dan 2 di Barat (L.A. Lakers dan San Antonio Spurs) yang akan berlaga di babak Final Wilayah.

Hari ini telah bertanding Celtics vs Pistons. Dan seakan ingin meneruskan sukses di kandangnya  selama Playoff ini, Celtics kembali menang di Game 1 88-79. Dengan kemenangan ini Celtics telah menang 9 kali dan tidak terkalahkan selama bermain di kandang dalam Playoff tahun ini.

Kali ini yang menjadi pahlawan Celtics adalah Kevin Garnett dengan 29 pts dan 9 rebs. Disusul Paul Pierce dengan 22 pts, 6 assists, dan 6 rebs. Sedangkan di kubu Pistons sumbangan 16 pts T.Prince, 15 pts R.Hamilton, dan 14 pts dan 11 rebs McDyess, belum cukup bagi Pistons untuk mengimbangi Celtics di Game 1 ini.