NBA Final 2008 – Game 6….dan yang terakhir…
Pertandingan Game 6 ini saya berharap tidak ada penggemar Lakers yang nonton. Bukan apa-apa. Saya takut mereka akan ilfil sama Lakers.
Skor akhir 131 – 92.
Berharap bisa melanjutkan momentum kemenangan di Game 5, Lakers justru tertekan selama pertandingan. Gemuruh penonton yang memadati TD Banknorth Garden, kandang Celtics, yang meneriakkan “Beat L.A.”, “defense”, dan nyanyian khas Celtics, seperti benar-benar membuat para pemain Lakers grogi dalam setiap serangannya. 19 turnovers, hanya 29 rebs, dan tentunya para bintang Lakers yang dibuat tidak bergerak sama sekali.
Kobe Bryant hanya 22 pts, dari hasil 22 tembakan dan masuk 7. Pau Gasol 11 pts. Lamar Odom 14 pts. Bandingkan dengan The Big Three Celtics. Kevin Garnett 26 pts 14 rebs. Ray Allen 26 pts dengan 7 kali tembakan tiga angka. Ini menyamai rekor NBA Final sebelumnya. Namun secara keseluruhan Final Allen berhasil membuat rekor baru dengan 22 tembakan tiga angka. Paul Pierce mencetak 17 pts dan 10 assists, sekaligus menjadi MVP (Pemain Terbaik) Final tahun ini.
Kemenangan ini banyak arti bagi Celtics. Gelar ini merupakan gelar pertama bagi Pierce, Garnett dan Allen, serta pelatih Doc Rivers. Juga beberapa pemain cadangan, terutama pemain senior P.J. Brown. Diusia 38 dan telah memutuskan pensiun di tengah musim, Danny Ainge, executive Celtics, yang juga terpilih menjadi Executive tahun ini, berhasil membujuknya bersama pemain veteran lainnya, Sam Cassel, untuk bergabung. Tahun ini memang Ainge melakukan transaksi yang bergitu mengesankan. Berhasil mendapatkan duo superstar Allen dan Garnett, serta pemain cadangan berkualitas seperti James Posey.
Satu kunci sukses Celtics musim ini juga terletak pada point guard muda mereka, Rajon Rondo. Di Game 6 ini dia mencetak 21 pts, 8 assists, dan 6 steal. Secara total Celtics melakukan 18 steal di game ini dan itu merupakan rekor baru di NBA Final.
Defense (pertahanan) kunci sukses lainnya bagi Celtics. Seperti yang dikatakan Doc Rivers saat diwawancarai, apa yang pertama dia katakan pada tim barunya musim ini, dan dia menjawab “defense”, dan itulah yang mereka lakukan, tidak hanya di Final, tapi sejak pertandingan pertama Boston Celtics di tour Eropa-nya bersama Cleveland Cavaliers, Orlando Magic, dan Toronto Raptors.
Dengan filisofi ini Doc Rivers berhasil melakukan perubahan terbaik di NBA dalam hal rekor menang-kalah. Setelah tahun lalu hanya menang 24 dan kalah 58, maka tahun ini rekor itu menjadi 66 menang dan 16 kalah. Garnett sendiri terpilih menjadi Pemain Bertahan Terbaik Tahun 2008.
Kemenangan ini membuat rekor pertemuan Celtics-Lakers di Final menjadi 9-2.
Jadi, selamat buat semua penggemar Celtics. Ini merupakan musim yang mengesankan bagi Celtics. Semoga kehebatan The Big Three tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi juga menjadi the next dinasty bagi Celtics, setelah era Bob Cousy, Bill Russell, John Havlicek, dan Larry Bird. Dan Doc Rivers dapat menjadi the next Red Auerbach, pelatih legendaris Celtics dengan 9 gelar juara NBA.
Tags: Boston Celtics, Cleveland Cavaliers, Kevin Garnett, L.A. Lakers, NBA Final 2008, Orlando Magic, P.J. Brown, Paul Pierce, Rajon Rondo, Ray Allen, Sam Cassell, Toronto Raptors
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
June 18, 2008 at 12:42 pm
Yeah!!!!Celtics is amazing!!!Go..go..go..go..Celtics!!!Beat Your Enemy!!!!
June 20, 2008 at 8:55 am
Whaa….congratulations bwat Celtics…
Dari tim peringkat terbawah musim lalu jadi juara…salut…
Tapi, inget musim depan giliran Suns
(Terry Porter itu track recordnya ngapain aj ya? Ga pernah denger namanya…)
“One man can be a crucial part in a team, but one man can not be a team”
Itulah yang terjadi sama Lakers dan Kobe. Biar dah punya Gasol, Odom, Vujacic….masih juga terlalu ngandelin Kobe! Ga pernah ad ceritanya one-man-team bisa juara NBA…