NBA Final 2008 – Game 4

Bermain di Staples Center, Los Angeles, kandang Lakers.

Lakers vs Celtics

Kuarter 1 : 34 – 14

Yap…Celtics kembali kesulitan menemukan keranjang Lakers untuk mencetak poin. Begitu juga defense yang begitu mudah di tembus. Keadaan ini dimanfaatkan betul oleh Lamar Odom, yang di 3 game sebelumnya selalu terkena foul trouble sehingga hanya sebentar bermain. Namun kali ini Odom betul2 menunjukkan eksistensinya. 6 tembakan, 6 masuk. Memimpin Lakers untuk unggul jauh sebanyak 22 poin, sebelum menutup kuarter ini dengan keunggulan 21 poin !!! (Terbanyak sepanjang sejarah NBA Final).

Kuarter 2 : 58 – 40

Celtics mencoba bangkit di kuarter 2. Namun Lakers tetap menyerang keranjang Celtics sehingga sempat unggul 24 poin. Seluruh pemain Lakers berkontribusi. Mulai dari Odom yang tetap panas, Gasol yang terlihat kokoh di bawah jaring, hingga Derek Fisher, Sasha Vujacic, dan Radmanovic yang tidak berhenti menghujam keranjang Celtics dengan tembakan-temabkan, baik 2 maupun 3 poin. 3 menit tersisa Celtics mencoba mengejar dengan melakukan 12 – 0 run, namun dihentikan dengan sempurna oleh Farmar dengan sebuah 3 points buzzer beater di akhir kuarter ini. Pemain Lakers masuk ruang ganti dengan perasaan percaya diri serta para penggemar, termasuk David Beckham di pinggir lapangan, merasa puas dengan timnya sejauh ini.

Kuarter 3 : 73 – 71

Haha…ga salah tuh…hanya selisih dua poin ? Believe your sight ! Celtics betul-betul menggila di kuarter ini, terutama dengan defense mereka. Doc Rivers, pelatih Celtics, melakukan sedikit perubahan dengan menukar Ray Allen yang biasanya menjaga Kobe dengan Paul Pierce. Duel keduanya berlangsung sengit. Kobe menyerang pertama dengan sebuah drive melewati Pierce untuk mencetak 2 poin dengan lay up. Namun Pierce kemudian membalas dengan sebuah blok terhadap Kobe diikuti dengan jump shoot “over your face”. That was nasty !!

Kembalinya Celtics dimulai dengan defense yang semakin diperketat. Padahal Kedrick Perkins harus keluar lapangan setelah melakukan foul terhadap gasol dan bahunya terkilir. Doc Rivers lebih memilih James Posey untuk masuk ketimbang Leon Powe dengan pertimbangan dengan pemain yang lebih “kecil” Celtics bisa lebih agresif pada saat menyerang. Strategi ini terbukti berhasil. Posey dan Eddie House, yang menggantikan Rajon Rondo, serta Big Three (Garnett, Pierce, dan Allen) tentunya mulai memangkas ketinggalan. Pierce dengan sebuah lay up masuk melewati Kobe, Gasol, dan Odom serta sebuah foul. Three points play. House dengan 3 poin. Disusul Allen. Dan diakhiri sebuah dunk oleh PJ Brown hasil assist Garnett.

Kuarter 4 : 91 – 97

Setelah beberapa kali gagal menyamakan kedudukan, akhirnya Leon Powe berhasil menyamakan kedudukan. Kondisi ini mebuat Kobe Bryant yang terlihat “adem ayem” sepanjang 3 kuarter awal mulAi tersentak. Dia mulai agresif dengan drive, shoot, dan passing. Kobe sendiri di game ini hanya mengemas 17 pts dan 12 assists. Odom menambah dengan 19 pts dan 10 rebs. Dan Gasol dengan 17 pts 10 rebs. Sedangkan Celtics dalam momentum yang bagus berhasil unggul 1 poin atas lakers setelah sebuah shoot dari House masuk di sisa 2 menit pertandingan. Time out diambil Phil Jackson, pelatih Lakers.

Celtics berusaha mempertahankan keunggulan. Sebuah drive Allen melewati Vujacic akhirnya mengunci kemenangan Celtics sebelum diakhiri dengan 2 buah tembakan bebas oleh House. Garnett 16 pts 11 rebs. Pierce 20 pts 7 assists. Allen 19 pts 9 rebs. House 11 pts. Dan Posey 18 pts dengan 5 fouls.

Game 5 masih akan berlangsung di kandang Lakers Senin pagi jam 8 WIB. Akankah Celtics menutup Final tahun ini dengan skor 4-1 ? Atau Lakers memaksa Celtics untuk bemain 1 atau 2 kali lagi di kandang Celtics ?

Prediksi saya, Lakers akan memenangkan Game 5, karena Celtics lebih percaya diri untuk merayakan kemenangan di kandang sendiri ;)

Explore posts in the same categories: basketball

Tags: , , , , , , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Comments on “NBA Final 2008 – Game 4”


  1. [...] tidak, Celtics yang sempat tertinggal hingga 24 poin di kuarter 2 dapat bangkit dan akhirnya menang 97 – 91 di kandang Lakers, yang selama playoff ini belum pernah kalah [...]

  2. taufan Says:

    Game 4.. salute for Celtics player. Never give-up and fight till the end.


Comment: